lalala

Friday, 26 October 2012

Dreams Are Growing...

Bismillahirrahmanirrahim
In the name of Allah, the Most Beneficent,the Most Merciful
I have no strength but the strength given by Allah.

Alice Hoffman in her fascinating Green Heart told me this:

" What you dream, you can grow"

"What you look,you may find"

"What you see, you can understand"

Its sounds like a spell for the hearts that is still searching.
The searcher. The dream catcher.


Whether we people realise it or not,
Making dreams into reality is much more harder than to create dreams.
Creating dreams is everybody's right. Dreams have no limit. Dreams lead to aims.
Dreams are always sweet. Dreams seem so close to catch yet so far away to turn it into reality.

I'd wish all my dreams could be true. If and only if...

Somebody told me this
"Dream big, think big,aim high"
"Dream high. Don't be afraid of heights. At least if we fall once,we'd tried our very best"
A success is always started with a dream.
Thanks Allah, I've my nights so that I'd spend my soul creating dreams before I wake in the next morning to learn that it's not that easy to turn them into reality. 

So far, I'd been too many dreaming. Be it in daytime,be it in nights.

I'd be afraid if I'm trapped in my own dreams.
 I'd be afraid if my wish didn't come true.
I'd be afraid if I fall into despairness.
I'd be afraid if I couldn't find those silver linings behind every cloud.

I'm just too afraid because I don't know where the destiny's gonna take me to.
I'm just too timid to admit that I am scared of unsure tomorrow.
Dear Allah, I'm weak.


In a real life,despairness may come sometimes.
I'd been came across it for times,
Along this 18 years of  journey,
Yeah! It'd been bitter and hard and so painstakingly
Until I learnt that He'll never leave me behind.

He taught me never to loose hope, 
Though it seems to be the end of the world,
Though it seems that you're gonna break apart,
Though tomorrow never promise something so sure about.

Keep going. Keep walking. Keep searching.

It's a real life, buddy!
No magic. No fairytales. No elves. No witch nor wizards.
All that we have is
Dreams to be true,
Hopes to keep alive,
Efforts to win by the end of this journey,
Du'a to show dependence on Him,
Surrender to Him after we tried out our very best,
And wish that miracles could happen,
Because within Allah's will,
Nothing is impossible.

Love is an act of will. Love your dreams. But don't ever dream your love till it's halal for you ^__^ !!!

Some people said
The sky is the limit,
But if you trust yourself,
And have faith in Allah,
You can go beyond that.

So, to all 2012 and 2013 STPM candidates, I wish you:
Bittaufiq wannajah!
Try your very best,
Let Allah do the rest.
Keep your dreams alive.
I'd like to see, future Islam and nation builders,
and I hope they're you!

To my Eagles:
Fly high, Fly everywhere,
Bring along my du'a and wishes,
May Allah bless you all life long,
Be thankful to Him,
Cuz He has granted you, something BIG!
Please pray that one day I'll be there too,
Please notice that,
I really miss you!

To my sister, I'd tell you:
Dreams are to be true,
All you need is just time,
and soon enough, you'll walk your way.
Ask from Him, with patience and faith.

To my mother:
Thanks for some courages
That sometimes are rarely detected by words,
But I can see it in your actions,
Because it spoke louder that words.

To my father:
Thanks for let me walk,
At places I'd never stalk,
And for the never ending support,
That grows togetherly,
With my never ending dreams.

To my brothers:
I can see future leaders,
In all sorts of ways that you are good in,
Go for it!
And make us proud of you guys.

To the skater boi I used to know:
I know you'll never come to  read this,
But I hope you'll find your way home,
And I wish you'll be guided by Him,
The way He guided me when I once broken inside,
Just like you.
We're all the same. It's just fated that I'm luckier than you.Alhamdulillah.
And guide your sister,once you've changed.
Because I've knew you,
And I'm not sure I'm gonna end up happy or not,
Seeing you that way.
Remember,
The park you used to skate,
Is the park I used to play.
The lost undefined soul you're losing now,
Is just like mine a few years ago.
But I've found mine. I just need to keep fixing it. Because sometimes it tears a little bit.
And I'm just to let you know,
It's never too late to mend.

Dreams are growing,
In a way we'd like it to grow.
Don't give up if one door's closed,
Go seek for another doors,
Or perhaps you'll find a window.

alfakirah ilaLah,
10.42 p.m





Saturday, 15 September 2012

Memaknakan Unggul buat Al-Fatih




Bismillahirrahmanirrahim
 In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful
I testify that there’s no God to be worshipped but Allah,
And I testify that Muhammad (pbuh) is His messenger
 All praises be to Allah, for His Almightiness and Greatness,
Indeed, I’m not more than just a frail, timid slave.

Ana ukirkan tanbiih ini selaku insan bertuah yang dipilihNya,
Untuk masih lagi menjejak langkah di bumi barakah, bumi bertuah.
 
Alhamdulillah, tahmid buatNya.
Ana masih lagi bukan insan yang layak untuk menyentuh soal ini.
Tapi untuk pengetahuan kalian, topic ini tidak sensitive, bagi mereka yang kurang sensitivitinya.
Topik ini tak perlu antum baca, kalau antum rasa tak perlu,
Topik ini hadir sekadar untuk buat kita bangkit,bukan terus jatuh terduduk.

Saban hari menelusuri lembaran baru di bumi waqafan,makin banyak yang dipelajari,
Saban hari mendengar bait bicara yang terluah dek warga di sini, makin  tercabar rasa di hati.
Sekali lagi, ini bukan topic sensitive.
Ini bukan luahan yang tertaip lantaran lahar marah yang menyala-nyala,
Ini bukan luahan yang penuh dendam semata, bukan untuk menjadi batu api,
Ini bukan pertama kali ana merasakan begini,
Cuma kini datang ilham untuk berkongsi.

Bukan pertama kali ana berdiri di perhimpunan pagi untuk mendengar bait bicara dan amanah para murobbi,
Tentu sekali buat kami yang sedia mendengar di bawah ini,
Ucapan mereka penuh azimat,
Sangat utuh jika digenggam buat pembakar semangat.
Namun tatkala soal batch dibicarakan,
Hati akan seraya bergetar,
Telinga seakan rasa mahu dikatup,
Diri akan terasa lemah, namun tegar untuk terus kuat.
“Jangan jadi macam batch tahun lepas…”
“Batch tahun lepas boleh dikatakan gagal, antara rekod terburuk yang pernah kita ada…”
“Batch tahun lepas tak dapat mencapai target kerana…”
“Batch tahun ini mesti jadi lebih baik daripada batch tahun lepas..”
Cukup. Kata2 itu terlalu menusuk.
Tidaklah sampai bernanah telinga ini menadah untuk mendengarnya,
Tapi cukuplah kerana insan ini juga punya hati dan perasaan.
Insan ini bukan halimunan untuk menelan setiap kata itu tanpa terluka hatta sekecil kuman.


Jangan Salahkan Mereka.
Sahabat2 yang pernah satu saff perjuangan,
Jangan pernah sekalipun kita salahkan mereka,
Kerana berkata itu dan ini kepada batch kita.
Sebab kita tidak sedar,
Mungkinkah  benar kata2 itu?
Mungkinkah  juga kurang benarnya?
Atau mungkin ana yang beremosi?
Kebenaran itu memang pahit,sahabat. Ana tak tipu.
Tapi janganlah kita salahkan mereka,
Kerana mereka juga usaha,seperti kita,
Mereka juga bersengkang mata,seperti kita,
Mereka sanggup mengenepikan keluarga,semata2 untuk kita,
Mereka sanggup menjual masa mereka untuk diluangkan bersama kita,
Mereka adalah dalam kalangan murabbi2 terbaik,yang pernah Allah anugerahkan,kepada kita.
Namun hakikatnya,kita semua manusia.
Mereka terluka,kerana kita.
Mereka kecewa, dengan kita.
Mereka terima impaknya ,hasil keputusan kita.

Refleksi Diri Kita, Cukuplah dengan 1 Kekalahan.
Antum yang tidak berada di dalam kasut ana, mungkin tidak begitu terasa bahananya.
Tak apa. Lain hamba, lain mehnahnya.
Jadi sahabat2!
Cukuplah dengan sebuah kekalahan,
Cukuplah dengan sebuah kejatuhan,
Cukuplah dengan sebuah kegagalan,
Muslim takkan jatuh pada lubang yang sama buat kedua kalinya!
Maaf andai ada antara antum/antunna yang terhiris dengan bicara ana,
Ana menaip berdasarkan apa yang ana rasakan betul. Antum/antunna ingin bangkang, di dalam hati. Antum ingin setuju,silakan. Tiada paksaan.
Terlalu banyak hipotesis yang boleh diambil dari kejatuhan ini,
Terlalu banyak ibrah yang Allah minta kita kaji,
Mungkin benar, Kitalah yang menjatuhkan prestasi sekolah hebat ini.
Kitalah yang menconteng arang di muka mereka2 yang berusaha memartabatkan sekolah ini,
Mungkin benar, namun Allah hendak menguji.

Jangan Rasa Down, Allah Bersama Kita.
There’s always a silver lining, behind a cloud.
Hikmah Allah itu untuk dicari, jangan ditunggu ia menghampiri.
Allah nak uji, adakah kita sudah benar2 yakin dengan usaha,doa dan tawakkal kita kepadaNya?
Allah nak uji, adakah kita benar2 sudah menjalankan tugas dan ketaatan kita kepadaNya sebelum kita pohon kejayaan daripadaNya?
Allah nak uji, goyahkah kita tatkala disuntik sedikit provokasi?
Allah nak uji, yakinkah kita boleh berjaya dengan tahap tarbiah,disiplin,biah, dan akhlak kita yang semakin meruncing?
Allah bukan sahaja nak uji kita (pelajar2) malah yang di atas juga.
Allah nak uji,mampukah kita terima ujian ini?
Allah nak uji,redhakah hambaNya yang sudah berusaha andai dikemudiankan natijahnya?
Allah nak uji, pasrahkah sang hamba menerima andai dipergilir kemenangan dan kejatuhan?
Sebenarnya, Allah nak uji.
Dan kitalah ujiannya.
Jadi, jangan rasa down.
Yakinlah,
Allah melihat segala amal perbuatan kita.
Allah menilai hasil usaha kita,
Allah mendengar setiap rintihan doa kita,
Allah suka kepada pergantungan kita terhadapNya.
Nusrah Allah tak pernah kurang,sentiasa meluas.
Nusrah Allah akan hadir pada waktunya dan tiba tepat pada saatnya.
Yakinkah antum/antunna?
Tepuk dada, Tanya hati, soal iman.


Ibrah dari Fathul Makkah.
Nama batch kita apa?
Al-fateh namanya.
Nombor batch kita apa?
56. Penegak 5 rukun Islam dan 6 rukun Iman hendaknya.
 
Sedikit ibrah dari Fathul Makkah ingin ana kongsikan bersama.
Kerinduan Rasulullah dan para sahabat terubat tatkala Rasulullah diilham mimpi menunaikan haji di Baitullah. Kegembiraan ini dikongsikan bersama. Kira-kira 1400 muslimin menyertai rombongan haji Rasulullah menuju kampong halaman yang dirindui. Namun kedengkian  musyrikin Makkah merencatkan hajat mereka. Setelah Baiah Ridzuan menggentarkan kaum musyrikin,maka termeterailah Perjanjian Hudaibiyyah. Perjanjian yang kelihatan menguntungkan kaum musyrikin dan merugikan kaum muslimin itu bayak menerima rungutan daripada para ahli rombongan. Namun wala’nya mereka pada Rasulullah,mereka akurkan sahaja.

Memandangkan isi kandungan Perjanjian Hudaibiyah para Muslimin tidak boleh menunaikan haji pada tahun itu (10 H) dan boleh menunaikan haji pada tahun berikutnya selama 3 hari tanpa membawa sebarang senjata, maka mereka bersedia untuk beransur pulang ke Madinah. Oleh kerana tidak dapat menunaikan haji, Rasulullah meminta para sahabat bercukur,menyembelih haiwan yang mereka bawa sebagai korban dan bertahallul untuk membebaskan diri dari ihram. Maka ketika inilah para sahabat menolak dengan masing2 tidak membuat seperti yang disuruh oleh Rasulullah. Rasulullah yang pada mulanya kecewa lalu ditenangkan oleh zaujahnya,Ummu Salamah. Kemudian Rasulullah sendiri yang bertahallul,bercukur dan berkorban. Demi melihatkan qudwah yang ditunjukkan oleh amir yang bergelar rasul Allah, para sahabat lantas mengikuti arahan Rasulullah satu per satu.
Kemudian mereka beransur pulang dengan hati yang kecewa. Ialah, hati mana yang tidak kecewa, andai persiapan sudah serapi mungkin. Tiba2 hajat mereka ditolak mentah-mentah. Namun,tika inilah Allah memberi tarbiah kesabaaran direct kepada 1400 muslimin yang terpilih.
Dalam perjalanan pulang,Rasulullah masih lagi dapat menangkap beberapa mulut yang mengomel,”kedatangan kita ini sia-sia sahajalah,”. Rasulullah tersenyum lalu bersabda, “Tidak,malahan kita telah membuka SATU PEMBUKAAN YANG AGUNG”
Pembukaan yang agung bukan janji semata. Kita sendiri sudah maklum akan hal dakwah yang berkembang biak setelah Kota Suci Makkah berjaya ditawan.

Jom Memaknakan Unggul buat Al-Fatih!
Bila ketua Umum f5 melaungkan ikrar pelajar f5 bahawa mereka akan menjadi batch terunggul,ana turut sama melaungkan yang sama. Ya,walaupun ana sudah tidak mampu menyumbang dalam SPM,itu tidak bermakna ana hilang peluang kedua.
Lagipula, hati ana selalu berkata,
“Bukan batch diorang je yang hebat. Batch aku pun hebat jugak ape…?”
Jadi, sahabat2…
Cukup2lah dengan segala kelalaian dan kelekaan kita selama ini,
Bumi manakah yang sekarang ini kita jejak?
Benua manakah yang sekarang ini kita pijak?
Tenang lazuardi Bumi waqafan jangan dilupakan.
Kita Al-Fatih,kan?
Maka kitalah,jentera2 pembuka yang akan mengemudi bahtera tajdid,
Kitalah jundi2 yang akan memulakan pelayaran yang penuh cubaan,
Kitalah kader2 dakwah yang akan mengembara seluas dunia untuk buktikan,
Kita layak membuka mata mereka,
Untuk menilai kembali, siapa kita.
Kita yang akan membuka mata mereka bahawa,
 Berjaya itu bukan sekadar di atas sekeping slip tertera natijah SPM.
Cemerlang itu bukan  untuk dunia semata tapi juga  akhirat sana,
Unggul itu bukan sekadar sukses akademik tapi chantek akhlak dan sahsiahnya,
Hebat itu bukan sekadar petah berkata2 tapi tahu melaksana,
Gemilang bukan sekadar untuk ke matrikulasi atau university tapi untuk membina modal insani,
Diterima bukan di mata hamba tapi pada penilaian Tuhannya…!

p/s: Baarakallah kpd yang dah fly..tinggi2 ke negara orang,tempat jatuh lagikan dikenang....

Kita generasi pengulang revolusi pembukaan yang agung…Insha Allah…May Allah bless…
Al fakirah ilaLlah,
Gombak,1.15 a.m.






Friday, 24 August 2012

Our Story...

Bismillahirrahmanirrahim
In the name of Allah, the most Beneficent, the most Merciful.

I accepted that Allah is my Lord,
and Islam as my way of life,
and Muhammad is His prophet and messenger.

**********************************************************************

Kolej Kampung Jawa, 2010

Elsa berjalan memasuki perkarangan sekolah. Dewan yang sederhana besar itu kelihatan sesak dengan pelbagai ragam ibubapa dan anak2 mereka. Hari pendaftaran la katakan. Here, I'm gonna start it. All over again. Usai penaftaran, ibu bapa Elsa pulang. Maka tinggallah Elsa memulakan episod baru dalam hidupnya di sekolah barunya itu. Sekolah yang pernah menjadi impiannya dan dimaqbulkan Allah sebagai hadiahNya.

Minggu Jalinan Kasih. 2 minggu. Lama kot. Penat tapi best. Banyak aktiviti, hectic tapi layann je. Dalam kesibukan MJK, Elsa teringat pesan sahabat2nya yang lama.
" Cari Dhira. Dia orang yg boleh kau harapkan sebagai kawan."
Maka bermulalah misi Elsa mencari Dhira. Memanglah susah. Bayangkan dia harus mencari seorang budak perempuan yg tidak dikenali rupanya cuma diketahui namanya dalam lautan 300++ manusia. Tapi takdir tetap menjodohkan. Sewaktu mereka dipecahkan mengikut kelas,
"Nama awak sape?"
"Dhira."
Elsa rasa nak peluk je makhluk Allah di hadapannya itu. Penantiannya berakhir.Lega. Bunga2 persahabatan mula memekar. Elsa sedar akan kekurangannya. Dia memang becok, tapi ia amat sukar memulakn perkenalan. Sebab itu, dia mengalami sedikit kesulitan berada di tempat baru. Tapi Elsa wajib bersyukur, sebab Allah dah mudahkan kerjanya. Kerja mencari sahabat baru. Menyimpul silaturrahim.
Ye. Mereka sekelas. Skodeng punya skodeng, rupa2nya dalam sekelas itu, wujud 4 orang pelajar dari negeri yang sama di utara Tanah Air. Elsa kalau boleh memang nak sangat kamceng dengan clan Penangitesnya. Hisy! Bukan Elsa ni assabiah. Cuma senang kalau dah kamceng dgn member sekapal. Nak balik pun senang. Lagipun dah duduk sekelas, ape maslahnya? Bab duduk sekelas ni, Elsa memang wajiblah bersyukur. Allah permudahkan sekali lagi. Tapi dalam keempat2 student tu, ada seorang pelajar lelaki. Biarlah kat dia. Elsa malas ambil port. Elsa nak kawtim yang perempuan ni je. Cuma member perempuan yang sorang ni, lain sikit. tak macam Dhira.
Yaya namanya. Elsa pernah beberapa kali terserempak dengan Yaya di Dewan Makan. tapi Yaya buat dek jer. Yelah, Yaya mana kenal Elsa. Cuma Elsa je yang kenal Yaya. Sebab kawan Elsa dari sekolah dulu pernah jugak suruh Elsa cari Yaya. Dah jumpa. Tapi susah pulak nak approach. Adoyaii...
"Awak Yaya kan? Elsa. Ni Dhira. Kami pun budak Penang gak."
"Ouh yeke. Awat tak habaq awal2?" haa tuu dia. dah terkeluaq loghat Penang sejati dia. Menurut Yaya, dia pun memang tercari2 akan kami, cuma sifat pemalunya dan sifat buat dek kami yang mencegahnya dari meneruskan niatnya. Okay, Elsa bekeng jugak, tapi buat lek sudah...Akhirnya, Allah mentautkan hati 3 sahabat ini.

Elsa bukan dari sekolah agama. Maka seharusnya dia berasa pelik akan segala keberadaan di sekolah barunya itu. Maklumlah, sekolah barunya itu sekolah agama. Bahkan, tidak keterlaluan andai dilabel, Sekolah Agama Terbaekk di Malaysia! Manakala Dhira dan Yaya memang berasal dari sekolah agama. maka mungkin bagi mereka, segala macam bentuk pentarbiyahan di sekolah barunya itu bukanlah alien. Sedangkan bagi Elsa, dia perlu masa untuk menerima semua itu.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan. Kemanisan ukhuwah yang ditaut Allah makin bercambah. Makin menambah kemanisan iman. Makin membina kekuatan untuk berjuang.

Keakraban mereka terzahir dari pelbagai sudut. meski mereka terpisah kerana berbeza rumah sukan, keakraban yang terjalin di luar ruang lingkup rumah sukan nyata dirasai. Elsa ingat lagi,dia dan Yaya menggelar Dhira sebagai budak fakta. Mana taknya, Dhira suka mengeluarkan fakta2 dari kenyataan2 yang dibacanya. Yang membuat Elsa makin mengagumi sahabatnya. Dhira selalunya akan menganggap Elsa dan Yaya mengejeknya tapi kemudian mereka sedar, gurauan itu yang makin merapatkan mereka. Kalau waktu exam, memang semua orang akan kalut. Elsa lemah Maths,maka dia akan mengendeng2 ke Yaya. Elsa panggil Yaya otak kalkulator. Nanti Yaya akan ajar Elsa sampai Elsa faham.

Penghujung Tingkatan 4, Yaya dan Dhira diangkat menjadi pimpinan sekolah. Elsa rasa bangga, "eheh, tak sangka sahabat2 aku gempak2," . Masing2 makin sibuk dengan taklifan masing2. Namun waktu tetap belum berjaya menjarakkan mereka. waktu Final exam Tingkatan 4, masing2 pulun. Elsa tahu, sahabat2nya lebih pintar daripadanya. maka dia takut, mereka dipisahkan kerana mereka akan dikelaskan semula pada tahun hadapan. Elsa pasrah menanti keputusan. Alahmdulillah, mereka tidak dipisahkan. Maka hati kekal bertautan hingga ke Tingkatan 5.

Persahabatan mereka mekar dengan gurauan senda dan tawa tangis yang dikongsi bersama. usrah mereka rancak bergerak. Masing2 saling mengingat dan saling mengislah diri. Elsa sedar, dirinya sangat bertuah kerana diberi sahabat sebaik Dhira dan Yaya. Elsa sedar, tanpa mereka, dirinya mungkin tak sekuat hari ini. Elsa banyak belajar dari mereka. Setahun bersahabat, Elsa sudah mampu menerima perubahan yang berlaku ke atas dirinya. Hijrahnya kerana dia punya sahabat.

Persahabatan manalah yang tidak diuji. Elsa pernah diuji kerengganan bersama Yaya. Namun ujian itu berjaya diharunginya kerana Yaya lebih memilih untuk bersamanya Namun ujian yang Elsa terima bersama Dhira memakan masa yang agak lama untuknya pulih. Elsa tahu, Dhira punya personaliti yang menarik dan pastinya mudah bersahabat. Dhira punya sahabat lain yang lebih baik darinya. Malah sahabat baru Dhira itu lebih dekat dengan Dhira, lebih mesra dengannya. Elsa tahu, Elsa tak mampu untuk merenggut itu semua dari Dhira. jarak berlainan blok dan komitmen yang banyak menjarakkan sedikit hubungan Elsa dan Dhira. Dhira demam, Elsa cuba juga sedaya upaya melawatnya walaupun dia sndiri terkocoh2 mengurus diri. Elsa nak Dhira tahu, walaupun Dhira dah ada sahabat baru, Elsa tetap sudi menjadi bahu tempat Dhira meluahkan tangis, dia tetap sanggup menjadi wajah yang akan tertawa saat melihat Dhira gembira.

Tambahan pula, mereka bertiga adalah yang terpilih dari kalangan yang terpilih. Kekuatan tarbiah makin diperkasa melalui usrah dan kunjungan ukhuwah. Elsa selalu bersyukur tatkala mengingatkan dirinya bahwa dia adalah dari golongan yang dipilih Allah untuk bergerak menyebarkan dakwahnya. Kata naqibat Elsa, dakwah itu harumnya semerbak cinta.
Perjuangan mereka diteruskan untuk memburu 11A+ dalam SPM. Perjuangan mereka ibarat meniti lorong sempit di lereng bukit kerana mereka berjuang untuk diri sendiri, untuk maruah keluarga dan yang paling penting, brjuang untuk agama Allah. Berbagai-bagai liku getir yang mereka lalui sepanjang perjalanan meniti perjuangan ini. Elsa rakam satu per satu dalam kotak memorinya. Elsa tak nak memori2 indah ini terpadam begitu saja.

Tamat SPM. Masing2 membawa haluan sendiri. Dhira telah berjaya dengan cememrlangnya. Dia berjaya melanjutkan pelajaran ke United Kingdom, jurursan psychology. Manakala Yaya pula berjaya menempatkan dirinya di negeri Che Siti wan Kembang dalam jurusan Pengajian Islam dengan Sains. Elsa pula masih di tempat yang sama. Elsa sedar, masih ada segelintir perjuangan yang masih berbaki menanti untuknya di kolej tercinta. Legasi warisan nabi yang harus diteruskannya.

Waktu dapat result SPM, Elsa menangis. Bukan kerana dirinya tidak mendapat keputusan seperti yang diharapkan, tapi kerana sahabt2nya berjaya mendapat keputusan yang selayaknya mereka dapat. Elsa bingung, kenapa dia jadi begini? Sebab dulu, dia takkan menangis gembira untuk kawannya. Dia seorang yang ego terhadap kawana2nya. Dia mahu segalanya dia yang ungguli. Dia tak boleh kalah kepada kawannya. tapi kini, keadaan berubah 359 darjah.

Elsa tahu, walau kini dia tidak punya Dhira dan Yaya di sisinya untuk bersama meneruskan perjuangan di kolej tercinta, Elsa yakin dia tidak kesendirian. Elsa tahu, segetir2 perjuangannya di kolej tercinta, getir lagi mehnah buat sahabt2nya di luar sana. Elsa yakin, walau dia sanagat terasa dengan ketidakberadaan Dhira dan Yaya di sisinya, dia tidak pernah lekang daripada sokongan dan dokongan doa aripada sahabat2nya itu.

Paling penting, Elsa nak Dhira dan Yaya tahu, antara perkara yang paling perlu Elsa syukuri, adalah mempunyai sahabat secomel dan sebaik mereka.Elsa nak Dhira dan Yaya tahu, dia juga pernah merasai kepahitan yang mereka rasai. Elsa nak Dhira dan Yaya tahu, tidak pernah sekalipun saat Elsa mengenang momen2 indah mereka di kolej tercinta, air mata Elsa tidak menitis. Elsa nak Dhira dan Yaya simpan kenangan mereka especially di KL Sentral (rumah kedua mereka) sebab Elsa pernah menangis teruk bila dia dah tak ada clan nak melepak bersama sebelum balik cuti beraya.

Elsa nak bagitahu kat Dhira dan Yaya, Elsa selalu ada dalam hati mereka. Elsa nak Dhira dan Yaya rasa kehadirannya. Elsa nak Dhira dan Yaya tahu, bila Dhira dan Yaya rasa nak nangis, Elsa pun rasa begitu. Walaupun bahu Elsa jauh dari pelupuk mata mereka, Elsa nak mereka tahu yang kalau saja Elsa berkudrat, Elsa akan segera memeluk menerkaa dan mereka akan menangis bersama. Elsa nak mereka tahu, yang mereka sentiasa punya Elsa untuk berkongsi cerita. Elsa nak Dhira dan Yaya tahu, mereka adalah antara sisi terbaik yang pernah dianugerahkan Allah dalam hidup Elsa. 

Sekarang Elsa dah tahu,kenapa dia mampu bergembira untuk sahabt2nya, Kerana Elsa ikhlas bersahabat dengan mereka,, Ya, keikhlasan Elsa tidak boleh dihakimi oleh sesiapa melainkan Allah. Tapi Elsa nak jugak Dhira dan Yaya tahu, Elsa masih,tetap dan akan selamanya jadi sahabat mereka.

***************************************************************************



To my clans,
Ups and downs,
Tears and laughs,
Fails and success,
We'd face it together,
and we did.

To my clans,
I did have bad side of me,
And I did get rid of them slowly,
I did try hard to stand all alone me,
But I couldn't do it,
Cuz I feel your presence,
Right beside me.

To my clans,
We might seem like,
Being part thousand miles away,
but deep down in your heart,
Call my name,
and I'll say
"Awat? hang rindu aku ka?"

May Allah bless our friendship.
Because I befriend with you,
Because of Him.






Wednesday, 22 August 2012

Duduk. Baca. Selami. Transformasi.

Bismillahirrahmanirrahim.
In the Name of Allah, the most Beneficent, the most Merciful.

I testify that there's no God to be worshipped but Allah,
I testify that Muhammad (peace be upon him) is His messenger.

1.00 a.m
Kubang Semang.
Hujan bakal surut.

Dengan lafaz bismillah, ana nukilkan tanbiih ini.
Buat saudara-saudari seperjuangan.
Moga bermanfaat intipatinya.

Ana tak tahu mana nak mula.
Sedar diri ini terlalu banyak kekurangan utk diperbaiki.
Tahu diri ini terlalu banyak kelemahan untuk dikoreksi.
 Tapi entry ini ditaip, sekadar peringatan yang datang utk mengetuk pintu2 hati,
antum yang sedang membaca.
Hidayah milik Allah jua.

Dah lama,kan?
Kita tahu taklifan kita.
Ye,kita selalu didoktrinkan,
Kitalah Abidullah..Kitalah khalifatullah..Kitalah dai'e ilallah.
Benar. Itu semua kita.
Dua tahun kita dibiar berjinak dengan arena tarbiah.
Dua tahun kita diadun biah solehah.
Kita kenal apa itu tarbiah.
Kita faham bagaimana biah solehah.
Kita erat menjalin ukhuwah.
Kita cukup masak dengan semua itu.
Ye, kita dah boleh iktiraf diri kita:
Produk Kisas yang berjaya.

Sedangkan, di sinilah medan perjuangan kita yang sebenarnya.
Kita sudah melepasi fasa2 indah berada di Bumi Tarbiah, Bumi Qiadah.
Kita ibarat helang yang bertebaran di muka bumi Allah,
Mengibarkan sayap dakwah,
Berserta ibrah dan thaqofah.
Tak kiralah, kita akan kembali ke Bumi itu ataupun tidak,
Kita tetap diuji. Kita tetap perlu teruskan perjalanan. Kita tetap perlu ke hadapan.

Sama ada antum sedar ataupun tidak,
Atau ana yang terlebih sedar,
Kita makin lari dari paksi yang sekian lama kita bermukim ini.
Mungkin kerana kita lebih dididik daripada mereka,
Maka kita menganggap semuanya halal bagi kita?
Mungkin kerana kita yang terpilih di antara mereka,
maka kita menganggap kita layak berbuat sesuka hatinya?
Mungkin kita lupa,
Kitakan manusia biasa.

Kita memang, pernah menjadi yang terpilih antara yang terpilih.
tapi kita kena ingat, kita takkan selamanya menjadi yang terpilih.
Kita kena usaha, agar Allah tetap memilih kita,
Dan berdoa supaya Allah menetapkan hati kita,
Untuk menjadi junduNya.
 Memang kita pernah diiktiraf sebagai junduNya,
Tapi itu semua takkan kekal lama.
Dan itu semua akan luntur dek masa dan ketika.
kerana manusia berubah.
Dan kita manusia.

Kita nak mentarbiah orang,
Sedang dalam ketika ini kita lupa,
Tarbiah dalam diri kita bukanlah sekuat mana.
Kita nak mengajak orang ke arah makruf,
Sedang kita lupa kita juga sering berbuat mungkar.
Kita nak mengajak orang menegakkan yang Haq,
Sedang kita lupa kita sendiri yang selalu menegakkan kebatilan.

Dakwah itu luas,sahabat!
Islam itu mudah,sahabat!
Tarbiah itu sunnah,sahabat!
Ukhuwah itu indah,sahabat!

Benar,
Kita perlu menjadi diri kita sendiri.
Kita tak perlu hipokrit, dalam usaha dakwah fardhiah.
tapi kita perlu ingat,
Kita perlu menjadi diri kita yang sebenar,sesuai dengan kehendakNya.
Dai'e perlu qudwah.
Abid perlu thiqah.
Khalifah perlu quwwah.

Benar,
Dulu kita sedikit jumud.
tapi sekarang kita tak perlu terlalu terbuka.
Hingga akhirnya kita yang hanyut.

Benar,
Kita pernah leka dahulu.
Kita punya masa lalu yang gelap.
Kita punya masalah peribadi yang tak terungkap.
tapi kita juga punya tanggungjawab.
Amanah ini berat untuk kita,
tapi Allah lebih menegtahui bila Dia memilih kita.

Benar,
Kita sakit.
Kita susah.
Kita derita.
Sukar hidup dilingkar prejudis.
Sakitnya diri tetap bertahan,
demi membuktikan yang kita juga mampu,
tapi kita jangan lupa,
Kita hanya mengikut sunnah.
Nabi dulu lagi susah.

Oh ya!
maaf, andai diri ini cuma pandai menaip kata2.
maaf andai bicara ini sukar difahami.
Mungkin belum waktunya untuk antum memahami.
tapi nanti bila antum terasa cukup matang untuk menyelami,
bacalah, fahami, telusuri,
Moga makin subur hati yang dipilih Allah,
untuk menyebarkan dakwahNya,
kerana cinta kepadaNya....!

WA.
1.28 a.m
23/08/2012
alfakirahilallah.


Saturday, 18 August 2012

Mujahadah pada M yang Lebih Utama...

Bismillahirrahmanirrahim....
In the Name of Allah, the Most Beneficent, the Most Merciful

Apa khabar Iman?
Ah, lupa. Apa khabar iman para mu'meen yang sedang berpuasa?

Walaupun syaitan laknatullah dah takde, tak smeestinya iman kita akan sentiasa meningkat di Ramadhan ini,kan?
Kita tetap manusia biasa,
Yang perlu kepada mujahadah,
Dalam erti kata yang sebenarnya,
Kita perlu menang bermujahadah.
Kerana apa?
Simple.
Ini diri kita.
Nafsu kita.
Kita yang mengawalnya. 
Jai kita perlu jadi insan yang MAMPU mengawalnya.

Mujahadah pada M yang Lebih Utama?
Kenapa M?(garu kepala)


**************************************************************************

Mei 2012
Dia menekan-nekan remote control itu berulang kali.
dari Tv 1 hinggalah ke Tv9...
Lalu ditekan lagi ke Tv3.
Nak ditekan lebih-lebih memang tak tertekanlah jawabnya.
Orang xde Astro,der!
Dia mengetap bibir. Lalu keluhan kasar dihembuskan.
Boringnya malam Ahad! Bosan!!
Program realiti Tv yang tersiar di kaca TV dipandang sepi.
Jam di tangan dipandang sekilas. 10.00 PM.
Ah! malas lah. Baik tido.

Dia berkalih ke kanan. tak boleh tidur juga.
Berkalih ke kiri pun sama. Matanya masih segar. Yelah, selalunya Ahad malam sekitar jam 12 baru dia boleh melelelapkan dua biji matanya. Itupun setelah bermacam aktiviti yang dilakukan. Tapi malam ni lain.
Malam ni lain sebab cerita kesukaannya telah tamat.

Adoyaii! Aku nak tengok Merlin la...! Mentor ni nak buat apa...!
Dia teringat episod terakhir cerita kesukaannya itu.
Bagaimana Lady Morgana berjaya ditumpaskan.
Camelot berjaya ditawan kembali.
Arthur ditabal sebagai raja Camelot yang baru menggantikan mendiang ayahnya, Uther.
Gweneviere berjaya disatukan dengan King Arthur.
Merlin tersenyum gembira.

ya! Dia memang sangat suka akan cerita orang putih yang satu itu.  
peminat setia la katakan. Boleh dikira dengan jarila berapa kali dia miss cerita feveretnya itu.



Dah tak boleh tidur, dia melangkah ke rak buku milik ayahnya.
Ditatap satu per satu buku2 milik ayahnya.
Tiba2 matanya tertancap pada sebuah buku. Berwarna Kuning.
Syamail Muhammadiyyah.
Involuntary action menyebabkan dia mula meneliti buku itu. Cuba menghadam isi dan maknanya.
Bukan susah manapun. dah translate ke bahasa Ibunda.
 

Tiba2 hatinya bermonolog sendirian.
Hati: Beb! Ko bengang eh tak dapat tengok Merlin?
Nafsu: Mestilah..! Aku solat isyak awal2. Setel kerja2 rumah awal2. Alih2 aku terlupa pulak yang Merlin season ni dah tamat.
Hati: Urm...Rindu tahap gaban la ko kat Merlin ni eh. kenapa? Bukan hense sangat pun Merlin tu. Arthur mungkin la ....
Nafsu: Ye. Memang la Merlin tu tak hensem,witch dia pun kadang2 bodoh2 je aku tengok, asyik2 dia je     yang menang, Morgana pulak asyik tak habis2 nak nyusahkan hidup orang, Gaius pun ntah bila nak mati. tapi tak kisahlah betapa teruk dan slacknya citer tu, aku nak tengok jugak weh! Bila season baru nak ada ni?
Hati: Habis, M yang lagi satu ko tak rindu pulak eh?
Nafsu: M mana lagi nih...?
Hati: Muhammad Rasulullah. yang ko tengah pegang kisah hidup dia tu. Aci buat2 tak tahu pulak..
Nafsu: Err................

Time ni barulah nak terhantuk, terngadah bagai.
Baru dia sedar, dia umat yang tak tahu diuntung.
Dia telah salah meletakkan rindunya. Salah memilih siapakah M yang lebih patut diutamakan.

Bulan2 berikutnya tatkala malam Ahad, hatinya meronta juga ingin menonton The Adventure of Merlin. Tapi disabarkan. Dia kata dalam hati,
 " I feel bad when I miss Merlin. But I feel worse when I'm not missing Muhammad"

28 Ramadhan 1433 H

Dia melangkah keluar. Adiknya sedang menonton televisyen. Usai bertarawikh dia bercadang untuk mengemas biliknya di tingkat atas. Tapi demi melihat kaca televisyen,langkahnya terhenti.Kerana telinganya menangkap sebaris nama. Morgana.
" Citer ape nih? Merlin ke?" tanyanya kepada si adik yang asyik menonton TV.
"Ntah. tak sempat usyar tajuk" Lalu dia tumpang sekaki.
Sempat ia menonton cerita Inggeris itu dua puluh minit. The Sorcerer's Apprentice. Ala2 Merlin zaman Milennium la. matanya terpaku. Rindunya sedikit terubat. Tapi mujahadahnya teruji. Abah keluar.

"cerita ape korang tengok malam2 Ramadhan ni? isyk. pasal sihir2 ni tak elok la. Boleh merosakkan akidah. Dah, tutup Tv. Pegi masok tido. Kang tak bangun sahur pulak,"
Abah memang tak suka dia tengok cerita2 macam ni. kata Abah cerita Omputih ni banyak unsur yang boleh mendurjanakn akidah umat Islam. It is Abah. Indeed. Selama ni aku tengok Merlin pun sorok2 sebenarnya.
Demi mengimbau pada mujahadahnya beberapa bulan lalu,dia melangkah masuk ke kamarnya.Dia rasa bersalah sebenarnya. Sebab malam itu malam Ramadhan. Dia rasa bersalah sebab menyukai cerita2 berunsur sihir walaupun dia tidak memaksudkannya. Dia rasa bersalah sebab dia orang Islam. Kalau Yahudi tahu dia begitu, pasti mereka makin suka. Yang penting dia rasa bersalah pada Rasulnya. Tapi dengan akur pada kata2 Abah mengurangkan rasa bersalahnya. Sekurang2nya dia ingin buktikan yang dia mampu. Mampu menang bermujahadah. Walau seisi dunia tak tahu. tapi dia yakin Allah tahu.
Al-Mulk. Lights off.



***************************************************************************
Jauh di sudut hati, saya tertanya-tanya.
Bagaimana kualiti keimanan saya?
Bila saya selalu gagal mengutamakan cinta Allah...
Bila saya selalu gagal mengutamakan Rasulullah....
Bila saya meletakkan dunia di hati dan bukan di tangan saya...

Tuhan,
Saya lemah.
Ampuni saya.

Friday, 8 June 2012

Sambutlah Salamku

Bismillahirrahmanirrahim...
In the nameof Allah the most beneficent the most merciful

How's your faith?
May Allah bless=)

Sahabat2 LowerSix!
Assalamualaikum...!
Hype...!
Ahlan wasahlan...!

Ape?
Dah lapuk?
Yelah...Saya tahu agak lewat utk saya mengucapkan semua tu pada antunna,
Tapi dah ada peluang sekarang,
baek saya ucapkan?
so...

Ahlan wasahlan wa marhaban bikunna, ya asdiqai mahbubaat..!(err..kalo salah nahu wat2 xnampak suda ye?)
hehe

It's never too late kan?
So takpelah nak wish bila pun.
 
21 Mei 2012,
seorang gadis (saya ler tu) tercatuk di sebelah seorang ustazah.
"ustazah,perlukan bantuan?"
"Duduklahkalau ingin membantu"ujar sang mualimah seraya tersenyum sambil tangannya ligat mengemaskini data. Maklumlah, hari ni hari besar.
Cekgu2 semua pakai baju batik.Excited nak terima sahabat2 lowerSix 2nd intake.
Mata sang gadis melilau merata. Seluruh dewan terbuka dijelajahinya. Kaunter nombor,kaunter rumah sukan,kaunter kelas,kaunter biasiswa, hatta kaunter koop pun dilihatnya.
Aktif bebola matanya. Mengusyar. Haish~!
Bukan usyar muslimeen okay!!
 "Hurm,ramai jugak lowerSix ni." tuturnya perlahan.
Pemerhatian diteruskan.
"Waaah! Ramai la yang cun2. Muka solehah. Muka pandai2 pulak tu." komen persendiriannya tanpa disoal.


11.00 pagi- Taklimat dgn pihak pentadbir
Matanya meliar lagi. Kali ini menjelajahi Dewan Ulul Albab.
Ramainya datang. Parents diorang ni sangat supportive la.Bagus2.Fikirnya sambil cuba menangkap butir bicara yang dihadapan mikrofon.

1.00 petang- Masuk asrama
Fuh! Penatnya! Seharian jugaklah aku bertungkus-lumus. Nasib baik takde prep petang.
Ditelitinya wajah sahabat2 baru.
Lalu dipanjatkan doa:
"Ya Allah,
Aku tahu penatku ini berbaloi,
kerana Kau mendatangkanku,
Sahabat2 baru,
Mereka hebat2 ya Allah,
Aku khuatir tidak layak bersahabat dgn mereka,
Maka bukakanlah hati mereka untuk menerimaku,
dan bukalah hatiku untuk menerima mereka,
Moga dgn kekuatan ukhuwah ini,
Akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kami.
Ameen~


Stay,Istiqamah

Bismillahirrahmanirrahim...
In the name of Allah the most beneficent the most merciful

Kaifa imanukum jami'an?
Moga yazid...

Saya rindu pada pertanyaan ini,
Mungkin kerinduan ini yg menyebabkan hati,
Ingin kembali ke tempat yg dicintai.

Merenung sejenak,
Detik2 manis hidup sebagai pelajar,
Adakalanya membuat aku tersenyum,
Tak kurang juga membuat air mata gugur,
Satu per satu.

Ye...Ye...
Sekolah memang:
1. Memenatkan
2. Malas memikir & menyiapkan hommework
3. Malas hantar project paper
4. Malas join koko
5. Susah nak cilok2 masa nak tidur
Saya akui.


Tapi ke'best'an sekolah yang:
1. Ada tarbiah
2. Ada biah solehah
3. Ada ukhuwwah
4. Ada murabi
5. Ada sahabat2

Membuatkan saya berfikir dua kali,
Sanggupkah saya meninggalkan tempat ini sebelum cukup mutiara saya kutip?

Lalu saya putuskan,
Menerima jawaban istikharah yang selama ini dinantikan.
Tetap tinggal.

Entahlah.
Mungkin pada kacamata orang lain,
Lebih baik keluar.
Cukup2lah bersekolah.
Aku dah x sanggup tau x?
Tapi saya dan mereka berbeza.
Kami memandangnya dengan kacamata juga.
Tapi kacamata cinta...!

Dahulu pernah seorang ukhti memberitahu saya,
" Staylah. Insya Allah ada barakah."
Dan dia pernah menulis di sekeping kertas.
"Stay,Istiqamah"
Saya hanya diam. Termangu. Membisu.

Saya tidak mengerti,
Kenapa perlu tetap tinggal di sekolah yang sudah lumat kita jelajahi?
Kenapa perlu sibuk2 menjaga tampuk tarbiah dan biah solehah?
Kenapa menyambung lagi 2 tahun? Tak cukupkah 2 tahun menanggung amanah sbg siswa?
Tidak cukupkah mutiara2?
 

" Fastaqim Kama Umirta"
Syiar kolej itu. Sudah berulangkali saya baca.
Sudah beratus kali saya dengar.
Sudah terlalu sering saya lihat.
Tapi baru kali ini saya memandang,
Dengan pandangan mata hati.
Dan akhirnya saya mula mengerti,
Soalan2 yang dahulunya mengasak minda,
Kini makin terjawab,
satu per satu.

"Stay,Istiqamah"
Perkataan itu terlalu mendalam maksudnya.
Terlalu simbolik. Terlalu bermakna.

Saya bukanlah ingin mencanang kepada seluruh dunia,
Sekadar berkongsi rasa,
Maaf andai ada yang terasa,
"Hek eleh,bapak eksen gile minah ni. Kerek siot."
Say whatever.

Ya Allah,
Kukuhkanlah langkahan kaki kami,
Berkatilah perjuangan kami,
Lindungilah kami,
Bimbinglah kami,
Kuatkan kami,
Ikhlaskan hati kami,
Rabatkan dan tsabatkan nurani kami,
Tajdid niat kami,
Lembutkan hati mereka untuk menerima kami,
Tingkatkan iman dan taqwa kami,
Moga kerananya,
Makin teguh langkah kami.

Ameen~